Validitas menunjukkan kemampuan alat ukur atau instrumen penelitian dalam mengukur suatu hal yang hendak didapatkan dari penggunaan instrumen tersebut (Nugroho, 2011: 23).

Dalam penelitian yang menggunakan instrumen berupa kuesioner, uji validitas digunakan untuk melihat seberapa besar kemampuan pertanyaan dapat mengetahui jawaban responden. Semakin tinggi tingkat validitas suatu alat ukur, semakin tepat pula alat ukur tersebut mengukur.

Teknik pengujian yang digunakan untuk uji validitas adalah dengan menggunakan korelasi Corrected Item-Total Correlation. Analisis ini mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total dan melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi yang overestimasi. Hal ini agar tidak terjadi koefisien item total yang overestimasi (estimasi nilai yang lebih tinggi dari yang sebenarnya). Atau dengan kata lain, analisis ini menghitung korelasi tiap item dengan skor total (teknik Bivariate Pearson), namun skor total di sini tidak termasuk skor item yang akan dihitung.

Menurut Azwar dalam Priyatno (2010: 95) menyimpulkan bahwa untuk memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai korelasi antara item dengan tes, diperlukan suatu rumusan koreksi terhadap efek Spurious Overlap, yang dirumuskan sebagai berikut:

Keterangan:

Ri(x-1)  = Koefisien korelasi item-total setelah dikoreksi dari efek Spurious Overlap
rix       = Koefisien korelasi item-total sebelum dikoreksi
si         = Standar deviasi skor item yang bersangkutan
sx        = Standar deviasi skor total

Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikan 0,05. Adapun kriteria valid atau tidaknya suatu variabel adalah sebagai berikut:

  1. Jika r hitung ≥ r table (uji 2 sisi dengan signifikan 0,05), maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid).
  2. Jika r hitung < r table (uji 2 sisi dengan signifikan 0,05), maka instrumen atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).

Contoh:

Seorang mahasiswa melakukan penelitian dengan menggunakan kuesioner untuk mengungkap kepuasan konsumen terhadap suatu produk. Untuk itu, dibuatlah 5 item pertanyaan dengan sampel sebanyak 10 orang.

Keterangan :

1: Sangat tidak puas
2: Tidak puas
3: Netral
4: Puas
5: Sangat puas

Data pada setiap item diasumsikan bertipe ordinal. Di sini akan dilakukan analisis korelasi Corrected Item-Total Correlation. Menu tersebut terdapat di Analyze -> Scale -> Reliability Analysis. Pindahkan item1 sampai item5, kemudian pilih Statistics. Centang kolom Scale if item deleted. Kemudian pilih Continue dan OK.

Output akan terlihat sebagai berikut:

Output ini menjelaskan tentang hasil uji validitas item. Dalam hal ini yang dibaca cukup korelasi antara skor tiap item dengan skor total (item total). Dengan kriteria:

  1. Jika r hitung ≥ r table (uji 2 sisi dengan signifikan 0,05), maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid).
  2. Jika r hitung < r table (uji 2 sisi dengan signifikan 0,05), maka instrumen atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).

Nilai r tabel dicari menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan N = 10 sehingga df = N-2 = 8. Didapat nilai r tabel adalah 0,632. Nilai r tabel dapat didownload Tabel R

Item

Rhitung

Rtabel

Keterangan

(Rhitung ≥ Rtabel)

Item1

0,585

0,632

Tidak valid

Item2

0,653

0,632

Valid

Item3

0,865

0,632

Valid

Item4

-0,239

0,632

Tidak valid

Item5

0,431

0,632

Tidak valid

Dilihat dari output, maka dapat disimpulkan bahwa nilai yang tidak valid harus diperbaiki ataupun dibuang.

Referensi :

  1. Nugroho, Yohanes Anton. (2011). It’s easy olah data dengan SPSS. Yogyakarta: Skripta Media Creative
  2. Priyatno, Duwi. (2010). Paham analisa statistik data dengan SPSS. Yogyakarta: MediaKom
  3. Priyatno, Duwi. (2012). Belajar cepat olah data statistik dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit ANDI

10 Responses to “Uji Validitas dengan IBM SPSS Versi 20”

  • beta:

    thankksss

  • Risandra Rejina:

    terimakasih…. postingannya sangat membantu tugas akhir saya…. sukses selalu yaahh :)

  • chesy:

    saya masih kurang paham untuk menghitung nilai r tabel untuk membandingkan itemnya valid atau tidak,,,mohon bantuannya….trimakasih

    • Dear Sdri Chesy,

      Nilai Rtabel adalah tetap sesuai dengan tingkat signifikansi yang Anda gunakan. Sedangkan jika Anda menggunakan program SPSS, nilai Rhitung sudah diperhitungkan secara otomatis oleh program. Data dianggap valid jika nilai Rhitung >= Rtabel.

      Selamat mencoba !

  • uli:

    maaf mw tanya, itu nilai N nya kenapa 10 Yah drmn ? mohon bantuannya, makasi..

    • Dear Sdri Uli,

      N = 10, itu hanya sebuah contoh soal dari kami saja. Anda dapat menyesuaikan N, sesuai dengan jumlah responden dalam penelitian Anda sendiri.

      Selamat mencoba !

  • Muhamad:

    terimakasih banyak…

    saya butuh referensi yang posting ini, untuk dicantumin namanya.
    mohon bantuanya. Trims

    • Dear Sdr Muhamad,
      Referensinya sebagai berikut:

      1. Nugroho, Yohanes Anton. (2011). It’s easy olah data dengan SPSS. Yogyakarta: Skripta Media Creative
      2. Priyatno, Duwi. (2010). Paham analisa statistik data dengan SPSS. Yogyakarta: MediaKom
      3. Priyatno, Duwi. (2012). Belajar cepat olah data statistik dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit ANDI

Leave a Reply